Aventura Gunung Puntang

Assalamualaikum Wr. Wb.
Kita, Aldi dan Uqi akan menceritakan pengalaman kita berwisata ke Gunung Puntang.

Wisata Gunung Puntang merupakan wisata alam yang berlokasi di sebelah selatan Kota Bandung tepatnya di Mekarjaya, Banjaran, Bandung. Bagi para wisatawan yang ingin ke Gunung Puntang kalau dari Kota Bandung tinggal menuju arah selatan. Untuk jalur yang kita rekomendasikan melewati jalur buah batu, terusan buah batu, bojongsoang, dayeuh kolot, jalan raya banjaran, jalan raya pangalengan dan sudah sampai di kaki gunung puntang, tinggal ikuti jalan kecil saja untuk naik ke gunungnya (kita menggunakan google maps jadi melalui rute yang di rekomedasikan google). Kita berangkat kebetulan dari baleendah, tidak dari Kota Bandung. Untuk waktu tempuh menuju Gunung Puntang memakan waktu sekitar 1 jam.

Kita berangkat pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2018 menggunakan motor, skip skip untuk jalur sudah di jelaskan di atas, sampailah kita di gerbang utama Gunung Puntang, disana akan ada penjaga dan ada loket untuk pembelian tiket masuk. Saat kita kesana untuk tiket perorang itu Rp. 20.000 dan untuk kendaraan roda dua Rp. 5.000, jadi total yang dibayarkan itu Rp. 45.000 (karena kita 2 orang). Setelah melewati gerbang, ada jarak sekitar 2 KM lagi untuk sampai tempat wisata.

Sesampainya diatas, ada beberapa warung untuk beristirahat dan makan, tapi kita skip saja karena kita bekal dari rumah. Disana juga ada petunjuk arah tempat wisata dari Gunung Puntang.



Lanjut kita pertama ke arah Gerbang Cinta dan Gembok Cinta



Kasian amat ini gembok cuma satu :'(

Selfie dulu dong :D

Selanjutnya kita lanjut perjalanan ke bawah dan kita sampai di sungai Moka atau walungan Moka (ini sih nama yg sesuai di tanda petunjuk) dan seperti apa pemandangannya, cekidot.


Waktu kita kesana lagi ada kunjungan dari sekolah jadi banyak orang

Jembatan untuk ke seberang sungai


Kampung rimba dan ukiran I Love You




Ini airnya dingin banget, sumpah beneran


Seneng banget main air :D

Setelah sekian lama main air, kita udah mulai lapar dan cari spot buat makan bekal kita. Karena banyak orang jadi susah buat cari spot yang enak, jadi akhirnya di pinggir sungai aja deh di bebatuan.


Kuy eksekusi, udah keroncongan nih

Selesai makan kita lanjut deh ke sarang cinta, sebelumnya banyak orang jadi susah buat foto, dan sekarang kunjungan sekolahnya udah pada pulang jadi bisa naik dan foto-foto. Sarang cintanya ada 2, satu diatas dan satu lagi dibawahnya, tapi tetap hati-hati soalnya di bagian alasnya ada sebagian paku yang menonjol keluar dan cukup berbahaya.








Sudah selesai terjelajahi nih dibagian bawah dan sungainya, kita lanjut ke bagian atasnya dan mulai naik ke arah gunungnya, disana kita juga menemukan tanda Love dan seperti jurang juga, ini Ngarai Cinta tapi di tanda Love nya itu sudah banyak di coret-coret cat semprot dan jadi kurang menarik. Di sekitar sini juga ada puing-puing bangunan bekas belanda juga. Cekidot.


Banyak coretan ga jelas :'(

Ini puing bekas Belanda, dibawahnya ada ruangan tapi tidak bisa di akses, serem juga sih

Nah setelah ini kita sebenernya udah cape, tapi setelah melihat lagi ke arah atas, kita juga makin penasaran buat menjelajah, jadi kita lanjut mendaki lagi ke atas nih. Di atas sebenarnya ada situs sejarah yang paling utama di wisata Gunung Puntang ini yaitu Stasiun Radio Malabar dan Kolam Cinta. Stasiun Radio Malabar ini pasalnya adalah stasiun radio pertama pada masanya yang dapat menghubungkan antara Indonesia dan Belanda dengan berjarak kurang lebih 11.340 KM, keren ya pada jamannya bisa berkomunikasi dengan jarak sejauh itu. Di bagian depan Stasiun Malabar ada kolam cinta, sebelumnya kita pikir itu cuma bangunan biasa yg tertimbun tanah tapi di liat-liat itu membentuk hati dan baru nyadar kalau itu kolam cinta tapi sudah tidak ada air nya. Di sekitaran situ juga ada mata air yang ukurannya tidak terlalu besar. So, kita liat penampakannya.



Disana itu Stasiun Radio Malabar

Bentukan dari Kolam Cinta



Kalau ini entah apa, kita ga nyoba kesana karena sepi dan kita cuma berdua, jadi serem juga sih


Mata Air

Selanjutnya kita balik lagi dan menemukan tanda Curug Siliwangi, karena penasaran kita coba naik keatas ke arah curug, tapi untuk jalurnya ini sepi mungkin karena bukan Weekend dan kita sudah cukup jauh ke tengah hutan, tapi tidak kita lanjutkan karena takut ada apa-apa soalnya kita cuma berdua dan tidak ada orang sejauh mata memandang, jadi kita turun lagi deh. Kita turun lewat jalur yang berbeda dan menemukan beberapa puing-puing peninggalan Belanda yang katanya itu adalah perumahan elite bangsa Belanda.








Kita udah cape nih, kita mau pulang dan saat menuju ke parkiran, kita liat peta lokasi Gunung Puntang (kita ga liat di awal sih) dan kita penasaran masih ada satu tempat lagi yang belum di jelajahi  yaitu Goa Belanda. Jadi kita coba cari Goa Belanda tersebut dan kita temukan tapi situs tersebut sangat terpencil karenan tertutup oleh warung-warung. Pasalnya Goa Belanda ini adalah tempat penyimpanan peralatan untuk Stasiun Radio Malabar.

Ini peta lokasi nya




Sebenernya kita udah coba masuk ke Goa ini dan kebetulan juga kita bawa senter jarak jauh, tapi ini mungkin kejadian yang cukup mistis. Sebelumnya juga kita menanyakan ke warung dekat Goa tersebut apakah ada pemandunya untuk masuk ke dalam, dan pemandunya itu sudah pulang tapi kalau berani masuk aja kata pemilik warung. Kita punya niat buat masuk karena penasaran dan apabila diterangi dari luar, sekitar 20 meter Goa itu mentok dan ada petunjuk belok kiri, jadi kita punya ide untuk rekam video dari pertama masuk sampai keluar. Saat sampai mentok di belokan ke kiri, kita lihat mentok lagi sekitar 5 meter dan ada belokan lagi ke kanan, suasana di dalam Goa ini sangat sepi dan lembab, ketika kita menyorot senter ke arah belokan kanan, terdengar seperti orang menginjak kayu patah dari arah lawan yang belokan ke kanan, setelah mendengar itu kita sudahi saja tidak akan masuk lebih dalam dan kita pun menuju keluar Goa. Lalu kita kembali lagi ke warung untuk membeli minuman karena kita sudah haus sambil melihat hasil video di dalam Goa. Ternyata hasil video tersebut terbagi 2, pertama hanya 16 detik sebelum masuk Goa, dan 7 detik setelah keluar Goa, video bagian dalam Goa tersebut hilang, kata pemilik warung memang banyak orang yg mencoba foto dan video bagian dalam Goa, tapi tidak pernah ada hasilnya. Setelah itu kita sudahi saja wisata kita di Gunung Puntang dan kembali ke rumah.

Jadi sekian petualangan kami di Gunung Puntang, semoga dapat memberikan wawasan kepada para pembaca dan tertarik untuk mengunjungi tempat Wisata Gunung Puntang. Mohon maaf apabila kurang dalam mendeskripsikan dan hanya dilampirkan foto saja, semoga dari foto tersebut dapat mewakilinya. Terima Kasih. Akhir kata Wassalamualaikum Wr. Wb.


Comments